Seperti yang telah kita bahas pada dua artikel sebelumnya mengenai motor DC dan generator DC, keduanya memiliki komponen-komponen yang sama persis. Meskipun demikian, fungsi dari keduanya saling bertolak belakang. Motor listrik berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis, sedangkan generator berfungsi untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik.

Komponen Mesin DC
Prinsip Dasar Motor dan Generator DC
(Sumber)

Motor dan generator listrik DC sama-sama mengadopsi salah satu hukum fisika terkenal yakni hukum Faraday. Hukum Faraday menjelaskan adanya fenomena induksi elektromagnetik, mengenai hubungan antara medan magnet, gaya gerak listrik, serta gaya mekanis. Jika ada sebuah kawat yang bergerak sehingga memotong garis gaya magnet, maka akan secara alami terbangkitkan gaya gerak listrik pada kawat tersebut. Fenomena ini yang menjadi prinsip dasar generator DC. Sedangkan jika ada sebuah kawat kumparan beraliran listrik searah sedang berada di tengah-tengah medan magnet, maka pada kumparan tersebut akan timbul gaya dorong atau yang biasa kita kenal dengan sebutan gaya Lorentz. Fenomena ini menjadi prinsip dasar motor listrik DC.

Gaya Lorentz

Gaya Lorentz adalah gaya dorong yang timbul sebagai akibat adanya kawat berarus listrik bergerak melintasi medan magnet sehingga memotong garis gaya magnet tersebut. Arah gaya Lorentz yakni tegak lurus terhadap arah arus listrik dan medan magnet sesuai dengan kaidah tangan kiri Fleming. Nilai dari gaya Lorentz yang terbangkitkan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sederhana berikut:

F = BLI

Dimana F = Gaya Lorentz (N), B = kerapatan medan magnet (tesla), L = panjang kawat (m), I = arus listrik (Ampere).

IMG_2227.PNG
Kaidah Tangan Kiri Fleming
(Sumber)

Seperti yang telah kita bahas di atas, Hukum Faraday juga terbukti bekerja pada kebalikan dari gaya Lorentz. Jika sebuah kawat bergerak dengan kecepatan tertentu memotong garis gaya magnet, maka pada kawat tersebut akan timbul gaya gerak listrik (GGL). Arah arus listrik GGL yang terbangkitkan dapat dengan mudah kita tentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan Fleming. Besar voltase yang terbangkitkan dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut:

E = BLv

Dimana E = tegangan GGL (volt), v = kecepatan gerakan kawat (m/s)

IMG_2255.JPG
Kaidah Tangan Kanan Fleming

Sesuai dengan dasar-dasar di atas dan hanya jika mesin DC menggunakan magnet permanen, maka secara prinsip merubah sebuah mesin DC dari motor menjadi generator ataupun sebaliknya dapat dilakukan dengan sangat sederhana. Yakni dengan membalik arah konversi energi yang terjadi. Motor listrik DC dapat diubah menjadi generator dengan jalan memutus sumber tegangan input motor dan memberikan putaran terbalik kepada poros motor tersebut. Jika arah putaran poros tidak dibalik, maka arah arus listrik yang terbangkitkan akan berlawanan dengan arah arus listrik asli motor listrik (kutub positif dan negatif kabel motor akan terbalik).

Prinsip tersebut sesuai dengan kaidah tangan kanan dan kiri Fleming yang saling berkebalikan. Tampak pada kedua kaidah tangan kanan dan kiri Fleming ini saling berkebalikan di arah arus listrik (jari tengah). Sehingga jika kita ingin merubah arah konversi energi dari sebuah mesin DC, maka arah arus listrik DC pada kumparan kawat dapat kita balik untuk mendapatkan arah putaran poros yang tetap. Namun jika ingin mendapatkan arah arus listrik tetap seperti semula, maka arah putaran rotor yang perlu kita balik.

Video Animasi Merubah Motor DC Menjadi Generator

Tidak semua motor DC dapat diubah dengan mudah menjadi generator DC ataupun sebaliknya. Berikut beberapa catatan mengenai hal ini:

  1. Motor atau generator DC harus menggunakan magnet permanen pada salah satu rotor atau statornya, dan rangkaian kumparan di sisi lawannya. Kumparan berfungsi untuk membangkitkan GGL yang ditangkap dari induksi medan magnet. Ketidakadaan magnet permanen di salah satu komponen rotor atau stator, maka motor DC tidak akan bisa digunakan sebagai generator atau demikian sebaliknya. Sebagai contoh, motor stepper DC tidak akan bisa digunakan sebagai generator DC karena bagian rotor motor ini menggunakan besi dan bukan magnet permanen.
  2. Sebuah motor DC terkadang tidak memiliki impedansi yang tepat jika digunakan sebagai generator. Dengan kata lain kita tidak akan dengan mudah mentransmisikan banyak daya ke beban yang ditanggung generator. Sebuah motor DC kecil (misalnya kipas pendingin CPU) tentu tidak cocok untuk digunakan sebagai generator dengan beban besar. Kipas ini didesain dapat bekerja dengan sumber tenaga yang kecil namun dapat berputar dengan cepat. Jika digunakan terbalik, maka tentu kita membutuhkan putaran kipas yang cepat untuk menghasilkan tenaga listrik yang kecil saja.
  3. Mengubah fungsi mesin DC dari sebelumnya motor menjadi generator atau sebaliknya, perlu modifikasi khusus jika diterapkan pada mesin DC tipe brushless (tanpa sikat karbon). Mesin DC tipe brushless menggunakan permanen motor untuk sisi rotornya dan kumparan berada pada sisi stator. Untuk membangkitkan fungsi medan magnet pada stator diperlukan sebuah sistem kontrol komputasi khusus yang tidak terdapat pada mesin DC dengan brush. Karena penggunaan sistem komputasi ini membutuhkan daya khusus, maka memerlukan perhatian khusus pula untuk mengubah fungsi sebuah mesin DC tipe brushless.

(Pembaruan terakhir: 16 November 2019)
Referensi

Artikel-Teknologi.com didukung oleh Pusat Pakaian Dalam

23 Comments

Andhyka · July 7, 2020 at 12:25 pm

maf gan mau tnya kira kira kalok untuk beban 15 kgan motor dc apa ya yang kuat untuk mengangkat beban tersebut mihon bantuanya 🙏

Dahlan Ujung · November 15, 2019 at 9:33 am

Jangan salah mas, malah motor dc type brushless lebih bagus karena rata² menggunakan magnet permanen yang kuat sehingga tidak membutuhkan rpm yang tinggi, selanjutnya tidak menggunakan sikat yang bisa menyebabkan masalah terputusnya hubungan dengan lilitan akibat karbonnya habis. Yang perlu dilakukan hanya mem-bypass system controlnya. Dan jika ingin mendapatkan arus (ampere) yang lebih besar hanya perlu mengganti coil dengan kawat email yang lebih besar, dan jika ingin mendapatkan tegangan lebih besar silakan menambah jumlah lilitan.

    Onny Apriyahanda · November 15, 2019 at 12:21 pm

    Betul juga ya. Harusnya bisa. Dinamo BLDC harus dilepas sistem kontrolnya.
    Sistem regenerative breaking juga sudah brushless.

    Oke. Nanti saya beri beberapa revisi. Terimakasih masukannya. Sangat bermanfaat. 😊

    okta · March 10, 2020 at 12:10 am

    kalo motor bekas mesin cuci bisa gk,bang??ato perlu diubah bagian tertentu??

Paijo · September 14, 2019 at 10:29 am

Bang lw dinamo sepeda it… Kenapa lw d putar dia agak berat d banding dinamo pada cd rusak..
Dn lw bolh tw dinamo sepeda dpt menghsilkn daya berapa volt…
Lw dinamo pd cd, it motor ac ap dc… Lw dc knp dia bisa menyalhkan lampu.. And lw memang bisa daya berapa yg d hasilkn

    Onny Apriyahanda · October 2, 2019 at 8:32 am

    Mf, lw ituh sy ga tw. Hrs d ukur dl pk avo mtr. 😬

    Dahlan Ujung · November 15, 2019 at 9:43 am

    Mungkin dinamo sepedanya terhubung dengan beban lampu, atau kutub + dan – nya terhubung. Dinamo pada cd juga akan terasa bertambah berat putarannya jika dihubungkan dengan beban atau kedua kutubnya disatukan.
    Motor jika digunakan sebagai generator tentu akan menghasilkan tegangan ac, sehingga dibutuhkan rectifire untuk merubahnya menjadi tegangan dc.

agus · December 19, 2017 at 12:28 pm

Apakah motor starter bisa digunakan untuk generator dc.

    Onny · December 20, 2017 at 5:41 pm

    Kalo dinamo motor semacam Honda teknologi terbaru yang kita kenal dengan nama ACG Starter (Alternating Current Generator), sepertinya bisa.

      Tenno · October 22, 2018 at 1:58 pm

      ACG starter pada skutik honda seperti Vario dan beat memang bisa berfungsi sebagai motor (waktu start) dan sebagai generator (setelah mesin hidup). Pengaturan peralihan fungsinya dilakukan oleh ECU.
      Saya malah tertarik pake ACG starter skutik honda buat motor bldc di sepeda listrik dengan fitur electric regeneration (saat ngerem/di turunan). Cuma cari2 koq gak ada spek ACG itu berapa powernya (asumsi dia pake tegangan 12V DC). Apa dapet 1 KW??

        Onny Apriyahanda · November 29, 2018 at 1:03 am

        Mungkin ya, maaf ini masih mungkin karena saya belum cari spek ACG Honda, sepertinya memang karena kapasitasnya kecil, dan memang sistem ECU ACG didesain hanya sebagai generator sewaktu sepeda motor bekerja dengan mesin.

        Beda cerita dengan motor listrik yang murni memakai motor (yang tentu kapasitasnya lebih besar daripada ukuran ACG Honda tadi), dan si ECU memang didesain regenerative break aktif jika tuas gas/akselerasi dilepas.

    Dahlan Ujung · November 15, 2019 at 9:39 am

    Mungkin dinamo sepedanya terhubung dengan beban lampu, atau kutub + dan – nya terhubung. Dinamo pada cd juga akan terasa bertambah berat putarannya jika dihubungkan dengan beban atau kedua kutubnya disatukan.
    Motor jika digunakan sebagai generator tentu akan menghasilkan tegangan ac, sehingga dibutuhkan rectifire untuk merubahnya menjadi tegangan dc.

      Dahlan Ujung · November 15, 2019 at 9:41 am

      Maaf ni salah reply

mark · October 25, 2016 at 4:02 pm

Saya sudah mencoba menggunakan motor cooling pad dan dynamo mainan, namun kenapa hasilnya tetap nihil?
Apakah harus menggunakan kipas CPU seperti pada vidio? Mohon penjelasannya

pratman · August 12, 2016 at 4:14 pm

apakah mtor 1000 watt jika rotornya di ganti magnit permanen bisa menghasilkan generator 1000 watt pula, dibutuhkan rpm berpa untuk bisa menghasilkan seperti itu?

    Onny · August 13, 2016 at 11:48 pm

    Secara teori sih besar dayanya sebanding dengan kekuatan magnet dan kecepatan putaran.

Shoni · August 11, 2016 at 11:31 pm

Utk video mengubah motor dc menjadi generator mini, saya sdh beberapa kali mencoba tp hasilnya nihil.
Apakah bpk pernah mencobanya?

Leave a Reply to agus Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *