- Kromatografi Adsorpsi
Kromatografi tipe ini menggunakan zat stasioner yang mampu meng-adsorp zat tertentu pada bahan campuran. Zat stasioner berwujud padatan, sedangkan campuran biasanya berwujud cair atau gas. Pada saat campuran melewati zat stasioner, beberapa molekul zat campuran akan terikat oleh zat stasioner dan membentuk lapisan film pada permukaan partikel stasioner. Adsorpsi berbeda dengan absorpsi, jika absorpsi adalah proses penyerapan yang diikuti dengan ikatan reaksi kimia, sedangkan adsorpsi adalah penyerapan yang hanya menghasilkan lapisan film pada permukaan partikel zat penyerap.
Kromatografi Adsorpsi
(Sumber) - Ion Exchange Chromatography
Kromatografi pertukaran ion adalah sebuah proses untuk memisahkan salah satu jenis ion atau molekul polar pada sebuah larutan, dengan menggunakan nilai afinitas ion tersebut terhadap penukar ion. Bahan stasioner pada ion exchanger biasa disebut resin. Pada permukaan molekul resin terikat ion-ion yang akan ditukarkan dengan ion larutan sampel. Ion-ion tersebut bisa positif maupun negatif. Maka dari itu terdapat dua jenis ion exchange, yakni cation exchange dan anion exchange.
Aplikasi Kromatografi Pertukaran Ion Pada Pemurnian Air
(Sumber)Pada pertukaran kation misalnya, gugusan molekul resin memiliki afinitas yang tinggi terhadap ion positif larutan. Sehingga molekul resin lebih memilih untuk melepaskan ion positifnya dan mengikat ion positif larutan. Ion positif yang terlepas dari resin akan ikut tercampur ke dalam larutan dan kadang berikatan pula dengan molekul utama larutan. Untuk lebih memahami ion exchange chromatography, akan kita bahas lebih dalam pada kesempatan selanjutnya.
- Affinity Chromatography
Kromatografi tipe ini menggunakan bahan stasioner jenis khusus untuk mengikat salah satu komponen dari sampel campuran secara spesifik. Molekul pengikat tersebut memiliki nilai afinitas khusus, yang cenderung mudah mengikat suatu substansi tertentu. Sifat inilah yang digunakan untuk proses kromatografi afinitas.
Prinsip Dasar Affility Chromatography
(Sumber)Kromatografi afinitas biasa diaplikasikan untuk mengumpulkan sejenis protein tertentu dengan melalui empat tahapan proses. Pertama (a), molekul zat stasioner harus dalam kondisi setimbang dengan cara direndam di dalam larutan penyangga (buffer). Kedua (b), memasukkan sampel campuran ke dalam zat stasioner sehingga molekul stasioner akan mengikat molekul sasaran yang terdapat pada sampel. Ketiga (c) adalah proses pengumpulan molekul protein yang terikat pada molekul stasioner dengan jalan merubah kondisi kimia larutan penyangga. Biasanya larutan penyangga diubah kondisi pH-nya, kekuatan ion atau polaritasnya. Proses keempat (d) adalah penyetimbangan kembali bahan stasioner dengan jalan merendam kembali dengan larutan penyangga penyetimbang.
Kromatografi telah berkembang sangat luas untuk berbagai kebutuhan penggunaan. Berbagai metode baru hasil pengembangan metode-metode di atas telah lahir untuk memenuhi berbagai kebutuhan analisa. Terutama kebutuhan untuk menganalisa berbagai jenis zat yang memiliki sifat berbeda-beda.
Referensi:
Referensi dan eBook Gratis:
- General Principles of Chromatography
- General Principles of Liquid Chromatography
- Introduction, Chromatography Theory, and Instrument Calibration
- AN INTRODUCTION TO CHROM ATOGRAPHIC METHODS
- Affinity Chromatography
- Ion Exchange Chromatography
Pusat Pakaian Dalam
0 Comments