Oleh karena bahaya-bahaya di atas maka pada mesin-mesin kecil seperti mobil, sepeda motor, dan kendaraan bermotor lainnya kita diwajibkan mengganti oli pelumas secara berkala. Namun lain halnya pada mesin-mesin berukuran besar yang membutuhkan oli pelumas dengan jumlah yang sangat banyak. Mengganti oli secara berkala justru lebih mahal jika dibandingkan dengan membangun sebuah sistem sirkulasi internal yang berfungsi untuk menghilangkan kandungan air di dalam oli tersebut. Ada beberapa teknik untuk menghilangkan kandungan air di dalam oli pelumas, berikut adalah teknik-teknik tersebut:

  1. Desiccation. Cara pertama untuk menghindari masuknya air ke dalam sistem sirkulasi oli adalah dengan menggunakan desiccant air breather. Alat ini biasa terpasang pada sudut tangki sirkulasi oli pelumas. Alat ini berisikan zat desiccant yang berfungsi untuk menyerap kelembaban pada udara sebelum masuk ke dalam tangki yang berisi oli pelumas.

    20131017-084514 PM.jpg

    Desiccant Air Breather (Sumber)

  2. Gravity Separation. Cara sederhana untuk menghilangkan kandungan air di dalam oli pelumas adalah dengan menggunakan perbedaan berat jenis dari air dan oli. Air jelas memiliki density yang lebih tinggi daripada oli, oleh sebab itu jika oli pelumas di tampung di dalam suatu wadah dalam jangka waktu yang cukup maka kandungan air yang ada akan mengendap pada sisi bawah dan dapat dengan mudah dibuang. Akan tetapi metode ini tidak efektif jika air di dalam oli sudah terlarut atau bahkan sudah membentuk emulsi.

    20131017-090128 PM.jpg

    Oil-Water Gravity Separator (Sumber)

  3. Centrifugal Separation. Teknik centrifugal separation juga menggunakan perbedaan nilai density antara air dengan oli pelumas. Oli yang terkontaminasi air dimasukkan ke dalam sebuah wadah berbentuk silinder tegak yang dapat berputar dengan penggerak motor. Pada saat silinder berputar, oli dan air akan terpisah karena perbedaan massa jenisnya. Air akan berada pada sisi terluar silinder sedangkan oli akan berada pada sisi dalam. Selanjutnya kedua zat tersebut dipompa untuk keluar dari silinder.

    20131017-092253 PM.jpg

    Centrifugal Separation (Sumber)

  4. Coalescing Separation. Jika tegangan permukaan antara oli dengan air sudah terlalu tinggi, maka teknik separasi gravity maupun sentrifugal tidak akan cukup untuk digunakan. Untuk mengatasinya dapat digunakan teknik coalescing separatikn. Teknik coalescing separation adalah dengan memompa campuran oli dengan air untuk melalui komponen semacam filter sehingga tegangan permukaan antara air dengan oli dapat turun. Selanjutnya air dan oli terseparasi secara gravitasi. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan video ilustrasi berikut.


    Animasi Coalescing Separation

  5. Absorbent Polymer Separation. Teknik ini adalah dengan menggunakan sebuah filter yang dipasangkan pada saluran sirkulasi oli pelumas. Filter tersebut mengandung bahan polimer ya g dapat menyerap kelembaban air di dalam oli. Bahan polimer tersebut pada suatu saat akan mencapai titik jenuhnya, sehingga harus diganti. Teknik ini tidak dapat digunakan pada oli yang sudah mengandung air terlalu banyak.
  6. Vacuum Separation. Teknik terakhir adalah dengan menggunakan perbedaan salah satu sifat fisika antara oli dan air. Air memiliki titik penguapan yang lebih rendah daripada oli. Sehingga apabila sejumlah campuran oli dan air dimasukkan ke dalam sebuah wadah yang memiliki tekanan vakum, air di dalam campuran tersebut akan cepat menguap, sedangkan oli tidak berubah fase. Prinsip inilah yang digunakan pada teknik vacuum separation atau biasa dikenal dengan sebutan oil purifier. Teknik ini sangat cocok digunakan pada mesin-mesin berskala besar yang membutuhkan kualitas oli pelumas stabil seperti pada turbin uap sebuah pembangkit listrik tenaga uap.

    20131018-101717 PM.jpg

    Vacuum Oil Purifier System (Sumber)

eBook Gratis Kontaminasi Air Terhadap Oli Pelumas:

Artikel-Teknologi.com didukung oleh Pusat Pakaian Dalam

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *