Pada artikel sebelumnya telah kita bahas mengenai salah satu jenis sistem lubrikasi bearing menggunakan oli pelumas bertekanan. Sistem ini digunakan pada berbagai mesin yang bekerja dengan beban serta temperatur yang tinggi. Oli pelumas tersebut harus selalu dalam kondisi bersih dan memiliki temperatur yang stabil, karena selain berfungsi sebagai pelumas oli tersebut bertugas untuk menyerap panas pada bearing agar memiliki umur kerja optimal.
Salah satu indikator bahwa oli pelumas dapat dikatakan bersih adalah tidak adanya kandungan air di dalamnya. Air dapat mengkontaminasi oli pelumas melalui tiga bentuk, air bebas, terlarut, dan emulsi. Air bebas menjadi bentuk kontaminasi air yang paling mudah untuk dihilangkan. Molekul-molekul air masih terpisah dengan oli dan berkumpul di suatu tempat yang cenderung diam seperti di bagian bawah tangki penyimpanan oli. Air juga dapat larut dan bersenyawa dengan oli pelumas. Sekalipun keduanya tidak dengan mudah dapat tercampur, namun potensi untuk bersenyawa masih sangat mungkin terjadi. Air dan oli pelumas juga dapat bercampur untuk membentuk emulsi yang kental seperti susu. Emulsi menjadi bentuk yang paling stabil dari air dan oli pelumas untuk bercampur. Bentuk kontaminasi air ini sudah cukup sulit untuk dihilangkan dan sangat berbahaya bagi sistem mekanis yang menggunakan oli pelumas tersebut.

Tabung kiri = air sudah tidak mudah berpisah dengan oli
Tabung kaman = air sedang mengendap di sisi bawah tabung
(Sumber)
Bentuk-bentuk kontaminasi air terhadap oli di atas sangat berbahaya dan dapat menimbulkan berbagai efek buruk terhadap sistem pelumasan. Berikut adalah akibat-akibat buruk dari kandungan air di dalam minyak pelumas:
- Hydrogen-Induced Fractures. Fenomena ini biasa dikenal dengan embrittlement atau perapuhan. Air tertarik kepada logam dan masuk secara mikroskopik kapiler ke sela-sela logam dan menyebabkan patahan. Selanjutnya molekul air akan terpecah menjadi atom-atom penyusunnya yakni oksigen serta hidrogen dan menyebabkan patahan logam yang lebih parah lagi.

Micro-Fracture Logam Akibat Air
(Sumber) - Korosi. Kandungan air di dalam pelumas dapat mengakibatkan korosi pada permukaan logam. Bahkan resiko terburuknya adalah molekul besi yang teroksidasi bersifat abrasive dan dapat kempercepat kerusakan komponen.
- Oksidasi. Minyak pelumas akan teroksidasi pada temperatur yang tinggi disertai dengan adanya kandungan oksigen di dalamnya. Pada saat molekul air di dalam pelumas terpecah, maka sangat mungkin antioksidan yang timbul dapat dengan cepat mengoksidasi minyak pelumas. Oksidasi pelumas tersebut lebih lanjut dapat menimbulkan korosi, pelumas akan mengental membentuk sludge, dan menghambat aliran sirkulasi pelumas.
- Merusak Bahan Aditif Pelumas. Kandungan air di dalam pelumas akan melarutkan, menggumpalkan, dan bahkan dapat mengubah bahan aditif pelumas menjadi larutan asam yang berbahaya bagi logam.
- Air di dalam pelumas dapat menghalangi laju aliran minyak pelumas yang disirkulasi.
- Aerasi dan pembentukan busa. Air dapat mengurangi tegangan permukan oli pelumas. Pada ruang tertentu pada sistem pelumasan biasanya terdapat lapisan film oli yang mengalami kontak langsung dengan udara luar. Lapisan film tersebut sangat mudah dirusak oleh air sehingga udara luar akan mudah bereaksi dengan oli dan diikuti pula dengan terbentuknya busa (foaming).
- Pada saat sebuah sistem mesin bekerja, oli akan membentuk lapisan film di permukaan bearing yang bergesekan dengan bagian mesin yang diam. Kandungan air di dalam oli pelumas dapat merusak lapisan film pelumas yang terbentuk pada bearing. Air yang ikut ke dalam lapisan film akan membentuk bubble, berekspansi, dan membentuk ledakan kecil pada lapisan film tersebut. Fenomena ini harus sangat dihindari karena akan merusak secara langsung lapisan film, dan bahkan dapat menyebabkan patahan pada permukaan logam.
- Kontaminasi mikrobiologi berupa bakteri dan fungi (jamur) sangat mungkin dapat tumbuh jika terdapat air di dalam oli pelumas. Terutama jika oli tersebut sudah terlalu lama terendam dan tidak tersirkulasi.
- Kontaminasi air dalam jumlah yang besar tidak hanya akan merusak zat-zat aditif oli pelumas, tetapi juga dapat menghilangkan zat-zat tersebut karena langsung larut dengan air.

Sebuah Sistem Turbin Uap – Generator 610MW Membutuhkan Sekitar 80000 liter Oli Pelumas
Pusat Pakaian Dalam
0 Comments